Mantan Kontestan Indonesian Idol, Cindy Tsalista Pilih Jadi Dokter: Kini Jalani Koas Sambil Rilis Single Perdana

  • Home -
  • News -
  • Mantan Kontestan Indonesian Idol, Cindy Tsalista Pilih Jadi Dokter: Kini Jalani Koas Sambil Rilis Single Perdana
Gambar Berita Mantan Kontestan Indonesian Idol, Cindy Tsalista Pilih Jadi Dokter: Kini Jalani Koas Sambil Rilis Single Perdana
  • 01 Jun
  • 2026

Cindy Tsalista Nurhaliza Cahyono Wisudawan Umsura (Humas)

Mantan Kontestan Indonesian Idol, Cindy Tsalista Pilih Jadi Dokter: Kini Jalani Koas Sambil Rilis Single Perdana

Banyak orang harus memilih antara mengejar mimpi di dunia hiburan atau menempuh karier profesional yang menuntut dedikasi tinggi. Namun bagi Cindy Tsalista Nurhaliza Cahyono, keduanya bukanlah pilihan yang harus dipertentangkan.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) ini membuktikan bahwa dunia medis dan musik dapat berjalan beriringan. Di tengah kesibukannya menjalani pendidikan profesi dokter (koas), Cindy tetap aktif bermusik dan baru saja merilis single perdananya berjudul Pergi di bawah label Hits Record.

Perjalanan Cindy menuju titik tersebut bukanlah sesuatu yang instan. Sejak kecil, ia telah memendam dua impian besar sekaligus: menjadi dokter dan penyanyi.

"Ya, keduanya sudah menjadi impian saya sejak kecil. Saya ingin memiliki profesi yang dapat membantu banyak orang melalui bidang kesehatan, tetapi saya juga ingin terus berkarya melalui musik yang saya cintai," ujarnya Senin (1/6/26)

Ketertarikannya pada dunia musik telah tumbuh sejak usia dini. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan menyanyi sejak sekolah dasar hingga menorehkan sejumlah prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

Saat bersekolah di SMP Negeri 1 Jember, Cindy aktif dalam kegiatan marching band sebagai mayoret sekaligus meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 2 Langgam Bali Indonesia Marching Band dan Juara 2 JOMC International pada 2016. Bakat menyanyinya juga mengantarkannya meraih Juara 2 Solo Vocal FLS2N serta Juara 3 Singers Competition.

Prestasi tersebut berlanjut saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Jember. Ia berhasil meraih Juara 2 Bintang Radio Indonesia 2019, Juara 3 XMAS Singing Competition, Juara 3 Solo Vocal FLS2N, serta Juara Harapan 2 Bintang Radio Indonesia.

Meski memiliki peluang besar untuk berkarier penuh di dunia hiburan, Cindy tetap teguh memilih jalur pendidikan kedokteran. Baginya, menjadi dokter merupakan panggilan hidup yang telah diperjuangkan sejak lama.

"Menjadi dokter adalah cita-cita yang saya perjuangkan sejak kecil. Dunia hiburan memberikan ruang untuk berkarya, tetapi dunia kedokteran memberi kesempatan bagi saya untuk membantu dan melayani masyarakat secara langsung," katanya.

Keputusan tersebut sempat membuat sebagian orang terkejut. Tidak sedikit yang mempertanyakan pilihannya karena dunia musik dan kedokteran dianggap sebagai dua bidang yang sangat berbeda.

Namun Cindy memiliki pandangan yang berbeda.

"Menurut saya keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama melayani manusia. Seorang dokter membantu menyembuhkan tubuh, sedangkan musik dapat menyentuh dan menguatkan hati seseorang," tuturnya.

Lahir dari Keluarga Akademisi

Komitmen Cindy terhadap pendidikan tidak lepas dari lingkungan keluarga yang sangat menjunjung tinggi dunia akademik.

Ayahnya baru saja dikukuhkan sebagai profesor pada Februari 2026, sementara sang ibu telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Dua kakaknya juga berprofesi sebagai apoteker dan kini tengah melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor.

Lingkungan keluarga tersebut membentuk budaya belajar yang kuat sekaligus memberikan dukungan terhadap bakat seni yang dimilikinya.

"Keluarga sangat mendukung saya. Mereka memahami bahwa saya mencintai musik, tetapi juga memiliki komitmen besar untuk menyelesaikan pendidikan kedokteran. Keduanya harus berjalan seimbang," ujarnya.

Bertahan di Tengah Tekanan Pendidikan Kedokteran

Perjalanan menjadi dokter tidak selalu berjalan mulus. Setelah menyelesaikan tahap sarjana kedokteran, Cindy harus melanjutkan pendidikan profesi dokter atau koas yang dikenal memiliki jadwal padat dan tekanan tinggi.

Ia mengaku beberapa kali mengalami kelelahan fisik maupun mental, terutama ketika harus menjalani jadwal jaga rumah sakit, menghadapi ujian akademik, sekaligus memenuhi aktivitas di dunia musik.

"Ada masa ketika saya harus menghadapi ujian, menjalani jaga rumah sakit, dan aktivitas musik dalam waktu yang bersamaan. Saat itu manajemen waktu menjadi sangat penting," ungkapnya.

Bahkan, terdapat momen-momen ketika dirinya hampir menyerah.

"Ada beberapa masa ketika saya merasa sangat lelah secara fisik maupun mental. Tetapi saya selalu mengingat alasan awal mengapa memilih jalan ini," katanya.

Untuk menjaga keseimbangan, Cindy berusaha mempertahankan pola hidup sehat dengan mengatur waktu istirahat, berolahraga ringan, menjaga hubungan dengan keluarga dan sahabat, serta tetap bernyanyi sebagai sarana mengembalikan energi positif.

Dari Indonesian Idol hingga Single Perdana

Nama Cindy tidak asing di dunia musik. Ia pernah menjadi salah satu kontestan Indonesian Idol yang membuka jalan lebih luas untuk mengembangkan karier bermusiknya.

Selepas ajang tersebut, Cindy terus mengasah kemampuan vokalnya melalui berbagai penampilan dan kegiatan kreatif. Puncaknya, pada tahun ini ia berhasil merilis single perdana berjudul Pergi.

Lagu tersebut menjadi karya yang sangat personal bagi dirinya.

"Salah satu karya yang paling saya banggakan adalah single Pergi. Lagu ini memiliki makna mendalam karena menjadi bagian dari perjalanan dan ekspresi diri saya dalam dunia musik," ujarnya.

Menurut Cindy, pengalaman selama menjalani pendidikan kedokteran justru memperkaya cara pandangnya dalam berkarya. Berinteraksi dengan pasien dan mendengarkan berbagai kisah kehidupan membuatnya lebih peka terhadap emosi manusia.

"Pengalaman bertemu pasien membuat saya lebih memahami berbagai perasaan dan cerita hidup seseorang. Itu sangat memengaruhi cara saya memaknai dan menyampaikan sebuah lagu," katanya.

Ingin Menjadi Dokter Humanis dan Musisi yang Menginspirasi

Selain aktif di bidang akademik dan musik, Cindy juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Saat ini ia aktif dalam kepengurusan Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan Partai Gerindra.

Ke depan, Cindy memiliki visi yang jelas untuk kedua dunia yang ia jalani.

Di bidang kedokteran, ia ingin menjadi dokter yang kompeten, humanis, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sementara di dunia musik, ia berharap dapat terus menghasilkan karya yang diterima publik dan memberi inspirasi bagi banyak orang.

Dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, Cindy membayangkan dirinya sebagai seorang dokter yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik, tetap aktif berkarya di industri musik, serta berkontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan organisasi.

"Saya percaya kerja keras, konsistensi, dan rasa syukur akan membawa seseorang menuju tujuan yang baik. Jangan takut bermimpi besar, tetapi tetap rendah hati dalam prosesnya," tuturnya.

Bagi Cindy, menjadi dokter dan penyanyi bukanlah dua jalan yang saling meniadakan. Justru keduanya menjadi cara berbeda untuk tujuan yang sama menghadirkan manfaat bagi sesama.