Mahasiswa Umsura Ciptakan i-Food Processing Hydrator, Alat Pengering Bawang Merah Anti-Cuaca

  • Home -
  • News -
  • Mahasiswa Umsura Ciptakan i-Food Processing Hydrator, Alat Pengering Bawang Merah Anti-Cuaca
Gambar Berita Mahasiswa Umsura Ciptakan i-Food Processing Hydrator, Alat Pengering Bawang Merah Anti-Cuaca
  • 12 Aug
  • 2026

Muhammad Rais Hamzah dari S1 Teknik Elektro, Feranika Meilinda dari S1 Akuntansi, dan Andhita Dwi Ningrum dari S1 PGSD. penggagas ide ( Humas)

Mahasiswa Umsura Ciptakan i-Food Processing Hydrator, Alat Pengering Bawang Merah Anti-Cuaca

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karangsemi. Melalui Kelompok 6 KKN, mahasiswa mengembangkan i-Food Processing Hydrator, sebuah alat pengering bawang merah yang dirancang untuk mempercepat proses pengolahan sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas pertanian masyarakat.

Inovasi tersebut digagas beberapa mahasiswa dari lintas program studi, yakni Muhammad Rais Hamzah dari S1 Teknik Elektro, Feranika Meilinda dari S1 Akuntansi, dan Andhita Dwi Ningrum dari S1 PGSD.

Desa Karangsemi memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas bawang merah yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat. Namun, ketika musim panen raya tiba, produksi bawang merah meningkat dan menyebabkan pasokan melimpah. Kondisi tersebut berpotensi membuat harga jual menurun karena tidak sebanding dengan permintaan pasar.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat telah mengembangkan berbagai produk olahan, di antaranya bawang merah bubuk (BRAMA) dan bawang merah oven (BRAMO). Namun, proses pengolahan masih menghadapi kendala, terutama pada tahap pengeringan.

Proses pengeringan secara konvensional membutuhkan waktu relatif lama dan hasilnya dapat kurang merata. Selain itu, proses penjemuran juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca sehingga dapat berdampak pada kualitas bahan baku dan produk akhir.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Kelompok 6 KKN Umsura mengembangkan i-Food Processing Hydrator sebagai solusi teknologi tepat guna. 

“Alat ini dirancang untuk mempercepat proses penurunan kadar air bawang merah melalui sistem pemanas dan sirkulasi udara yang bekerja secara otomatis,”ujar Feranika Rabu (12/8/26)

Dengan sistem tersebut, suhu di dalam ruang pengering dapat dijaga tetap stabil sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat, merata, efisien, dan higienis. Teknologi ini juga memungkinkan proses pengeringan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Secara desain, i-Food Processing Hydrator berbentuk kabinet pengering yang dilengkapi beberapa rak berbahan stainless steel sebagai tempat menyusun irisan bawang merah. Alat tersebut menggunakan heater sebagai sumber panas, thermostat untuk menjaga kestabilan suhu, serta kipas untuk membantu sirkulasi udara di dalam ruang pengering.

“Kombinasi komponen tersebut memungkinkan udara panas bersirkulasi secara lebih merata sehingga bawang merah yang dikeringkan dapat menghasilkan bahan baku dengan kualitas yang lebih baik untuk kemudian diolah menjadi produk bawang merah bubuk maupun bawang merah oven,”imbuhnya lagi.

Proses penggunaan teknologi ini diawali dengan pemilihan bahan baku, dilanjutkan dengan pengupasan dan pengirisan bawang merah. Setelah itu, irisan bawang merah dimasukkan ke dalam alat untuk melalui proses penurunan kadar air menggunakan sistem pemanas dan sirkulasi udara.

Setelah kadar air berkurang dan bawang merah berada dalam kondisi yang sesuai, bahan dapat dilanjutkan ke tahap penghalusan untuk menghasilkan bawang merah bubuk. Produk kemudian melalui proses pengayakan agar ukuran bubuk lebih seragam sebelum memasuki tahap akhir, yakni pengemasan.

“Kehadiran i-Food Processing Hydrator diharapkan tidak hanya membantu mengatasi kendala teknis dalam proses pengeringan, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk olahan bawang merah yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,”katanya.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN Umsura berupaya menghubungkan ilmu dari berbagai bidang untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kolaborasi mahasiswa Teknik Elektro, Akuntansi, dan PGSD menunjukkan bahwa kegiatan KKN dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal.

Inovasi i-Food Processing Hydrator menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Umsura dalam mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna di tingkat masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi bawang merah Desa Karangsemi agar dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

 

This news is aligned with SDG number: