Idris dan Wahyuni Pasutri Asal Halmahera Kompak Wisuda Bersama (Humas)
Usia bukan penghalang untuk terus menempuh pendidikan. Hal itu dibuktikan pasangan suami istri asal Halmahera Selatan, Idris Yakub dan Wahyuni Adam, yang berhasil menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda bersama di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Di usia yang sudah tidak lagi muda, keduanya berhasil meraih gelar sarjana melalui program Beasiswa Kualifikasi Guru Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Menariknya, Idris dan Wahyuni mengambil program studi yang sama, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Keduanya merupakan guru di SD Negeri 179 Halmahera Selatan. Wahyuni telah mengabdikan diri sebagai pendidik sejak 2004, sedangkan Idris mulai mengajar pada 2005. Setelah belasan tahun mengajar, kesempatan memperoleh beasiswa menjadi jalan bagi keduanya untuk meningkatkan kualifikasi akademik.
Wahyuni mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Menurutnya, program beasiswa dari pemerintah daerah telah membuka akses pendidikan tinggi bagi ratusan guru di Halmahera Selatan yang telah lama mengabdi, tetapi belum memiliki kualifikasi pendidikan sarjana.
“Bersyukur sekali ada kesempatan beasiswa ini sehingga ratusan guru di Halmahera bisa menempuh pendidikan hingga S1,” ujar Wahyuni.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah melakukan pendataan ke sekolah-sekolah untuk mengidentifikasi guru-guru yang telah lama mengabdi, tetapi belum menyelesaikan pendidikan sarjana. Melalui program tersebut, mereka diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan dukungan beasiswa.
Perjuangan Idris dan Wahyuni dalam menyelesaikan studi tidak selalu mudah. Tinggal di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur membuat keduanya harus menghadapi berbagai kendala selama mengikuti perkuliahan.
Idris mengungkapkan, keterbatasan akses listrik dan jaringan internet menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, untuk mendapatkan sinyal guna mengikuti kegiatan perkuliahan maupun mengerjakan tugas, mereka harus berjalan mendaki bukit selama sekitar 30 menit.
“Jadi kendalanya saat kuliah, kami harus naik bukit sekitar 30 menit untuk mencari sinyal. Belum lagi listrik yang belum tersedia,” ungkap Idris.
Meski demikian, keduanya bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan dengan dukungan para dosen Umsura yang memberikan kemudahan dan pendampingan dalam proses perkuliahan hingga penyelesaian skripsi.
Perjuangan mereka tidak berhenti pada proses menyelesaikan studi. Untuk menghadiri wisuda di Surabaya, Idris dan Wahyuni bersama ratusan wisudawan lainnya harus menempuh perjalanan laut selama kurang lebih tujuh hari dari Halmahera Selatan.
Mereka memilih berangkat bersama menggunakan kapal untuk menekan biaya perjalanan. Perjalanan panjang tersebut akhirnya terbayar ketika keduanya tiba dan dapat menyaksikan langsung kampus tempat mereka menempuh pendidikan.
“Kami ratusan wisudawan kompak naik kapal agar lebih hemat. Senang sekali ketika melihat kampus Umsura,” tutur Wahyuni.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan tekad Idris dan Wahyuni untuk terus melanjutkan pendidikan. Keduanya bahkan berharap dapat menempuh studi magister (S2) di Umsura apabila kembali memperoleh kesempatan.
Komitmen terhadap pendidikan juga mereka tanamkan dalam keluarga. Tidak hanya berjuang meraih gelar sarjana bersama, Idris dan Wahyuni juga mendorong anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Saat ini, anak-anak mereka turut menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Ternate.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Halmahera Selatan, Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba, serta Ibu Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khodijah, beserta seluruh jajaran. Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang telah lebih dahulu menggagas dan menjalankan program beasiswa peningkatan kualifikasi guru melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), bahkan sebelum program serupa dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Kepercayaan dan kolaborasi ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya di Halmahera Selatan.”katanya.
Idris dan Wahyuni berharap perjuangan mereka dapat menjadi penyemangat bagi para guru dan pejuang pendidikan lainnya, khususnya di wilayah Halmahera Selatan yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik dan jaringan komunikasi. Bagi mereka, keterbatasan geografis tidak seharusnya memadamkan semangat untuk terus belajar dan mencerdaskan generasi bangsa.
Terakhir ia mengucapkan
(0) Comments