Cacar Air Masih Jadi Ancaman Serius bagi Anak, Dosen FK UMSURA Ingatkan Tingginya Penularan

  • Home -
  • Article -
  • Cacar Air Masih Jadi Ancaman Serius bagi Anak, Dosen FK UMSURA Ingatkan Tingginya Penularan
Gambar Artikel Cacar Air Masih Jadi Ancaman Serius bagi Anak, Dosen FK UMSURA Ingatkan Tingginya Penularan
  • 15 Jan
  • 2026

Ilustrasi gambar cacar air (Istimewa)

Cacar Air Masih Jadi Ancaman Serius bagi Anak, Dosen FK UMSURA Ingatkan Tingginya Penularan

Penyakit cacar air masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak. Infeksi yang disebabkan oleh Varicella zoster virus (VZV) ini sangat mudah menular dan kerap menyebar tanpa disadari orang tua karena dapat menular bahkan sebelum ruam khas muncul di kulit.

Pakar Kesehatan Anak Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), dr. Gina Noor Djalilah, Sp.A., M.M., menjelaskan bahwa cacar air paling sering menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga tetap berisiko tertular.

“Cacar air merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Anak sudah bisa menularkan virus sejak satu hingga dua hari sebelum ruam muncul, sehingga sering kali tampak masih sehat saat sudah menularkan ke orang lain,” jelas dr. Gina yang juga Dokter Spesialis Anak.

Berdasarkan studi Global Burden of Disease dan estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan terdapat sekitar 140 juta kasus cacar air setiap tahun di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,2 juta kasus mengalami komplikasi serius yang memerlukan perawatan medis, serta sekitar 4.200 kematian terjadi setiap tahunnya.

Menurut dr. Gina, cacar air dapat menular melalui beberapa cara. Pertama, melalui udara atau percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, terutama di ruangan tertutup. Kedua, melalui kontak langsung dengan cairan lepuh cacar air, baik dari kulit, pakaian, handuk, maupun benda yang terkontaminasi. Penularan tidak langsung melalui benda juga dapat terjadi meski relatif jarang.

“Masa menular berlangsung hingga semua lepuh mengering dan berkeropeng, biasanya sekitar lima sampai tujuh hari setelah ruam muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat penularan cacar air sangat tinggi. Sekitar 90 persen anak yang rentan dapat tertular apabila melakukan kontak serumah dengan penderita.

Beberapa kelompok anak yang berisiko tinggi tertular cacar air antara lain anak yang belum pernah terinfeksi sebelumnya, belum mendapatkan vaksin varisela, bayi terutama usia di bawah satu tahun, serta anak dengan daya tahan tubuh rendah.

Gejala cacar air umumnya diawali demam, lemas, dan nafsu makan menurun, kemudian diikuti munculnya ruam yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan dan terasa gatal.

Gina menegaskan bahwa vaksin cacar air atau vaksin varisela merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, orang tua juga diimbau menghindari kontak anak dengan penderita cacar air hingga seluruh lepuh benar-benar mengering.

Untuk penanganan, anak dengan cacar air dianjurkan cukup istirahat, diberikan obat penurun demam (tanpa aspirin), antihistamin untuk mengurangi rasa gatal, serta menjaga kebersihan kulit agar tidak terjadi infeksi sekunder dan bekas luka.

“Orang tua perlu waspada terhadap tanda bahaya dan segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan jika muncul keluhan berat,” pungkas Gina.