Istimewa
Perubahan gaya hidup masyarakat pascapandemi turut memengaruhi pola konsumsi makanan sehari-hari. Jika sebelumnya makanan cepat saji dan gorengan menjadi pilihan favorit, kini masyarakat mulai beralih pada makanan yang dinilai lebih sehat. Salah satu tren yang semakin berkembang ialah meningkatnya minat terhadap jajanan berbahan kukus.
Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya penjual makanan kukus di berbagai daerah. Mulai dari ubi kukus, jagung rebus, pisang kukus, dimsum, hingga aneka kue tradisional kembali diminati masyarakat. Menariknya, peminat makanan jenis ini tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga anak muda yang mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Ira Purnamasari, mengatakan metode pengolahan makanan dengan cara dikukus memang dikenal lebih sehat dibandingkan digoreng. Menurutnya, proses pengukusan tidak memerlukan tambahan minyak dalam jumlah besar sehingga kandungan lemak dan kalori pada makanan menjadi lebih rendah.
“Kondisi ini tentu lebih baik bagi tubuh, terutama untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung,” ujar Ira, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, teknik pengukusan juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi pada bahan makanan. Beberapa vitamin yang mudah rusak akibat suhu tinggi masih dapat terjaga ketika makanan diolah menggunakan uap panas.
“Oleh karena itu, sayuran, umbi-umbian, maupun bahan pangan lainnya tetap memiliki nilai gizi yang cukup baik setelah dikukus,” imbuhnya.
Menurut Ira, ubi kukus menjadi salah satu jajanan sehat yang kini banyak diminati masyarakat. Makanan tersebut mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan sekaligus membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kandungan karbohidrat kompleks pada ubi juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga cocok dijadikan alternatif camilan sehat,” katanya.
Selain ubi, labu kuning kukus juga memiliki manfaat kesehatan yang cukup besar. Kandungan beta-karoten pada labu kuning diketahui baik untuk menjaga kesehatan mata dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal itu menunjukkan bahwa makanan kukus bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi kesehatan.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, meningkatnya minat terhadap makanan kukus dinilai menjadi pertanda positif. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi minyak dan tinggi kalori mulai tumbuh. Kebiasaan sederhana seperti mengganti gorengan dengan makanan kukus dapat menjadi langkah awal dalam membangun pola hidup sehat.
Meski demikian, Ira mengingatkan bahwa pola makan sehat tidak cukup hanya dengan memilih metode memasak tertentu. Tubuh tetap membutuhkan asupan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Selain itu, aktivitas fisik dan pola hidup aktif juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Sebagai tenaga kesehatan sekaligus pendidik, Ira menilai fenomena meningkatnya tren jajanan kukus dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa pilihan makanan sehat bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Makanan kukus merupakan salah satu langkah kecil yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(0) Komentar