Istimewa
Menjelang musim mudik Lebaran 2026, para pengendara diimbau untuk lebih waspada terhadap risiko microsleep dan highway hypnosis saat berkendara jarak jauh. Kedua kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Banyak pengemudi merasa perjalanan di jalur pegunungan yang berkelok lebih menantang dibandingkan jalan lurus yang panjang. Namun, kondisi jalan yang lurus dan monoton justru dapat memicu kelelahan mental sehingga membuat pengemudi rentan mengalami highway hypnosis maupun microsleep.
Highway hypnosis merupakan kondisi ketika seseorang seperti berada dalam keadaan setengah sadar akibat situasi berkendara yang terlalu monoton. Sementara itu, microsleep adalah episode singkat hilangnya kesadaran atau perhatian yang biasanya berlangsung hanya beberapa detik.
Dede Nasrullah, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), menjelaskan bahwa microsleep biasanya terjadi ketika seseorang sudah merasa sangat mengantuk hingga tertidur secara tiba-tiba dalam waktu singkat.
Sementara itu, gejala highway hypnosis antara lain rasa kantuk, menurunnya konsentrasi, pikiran terasa kosong atau linglung, waktu terasa berjalan lebih lambat, serta kelopak mata terasa berat atau sering berkedip.
“Ada beberapa cara untuk mencegah highway hypnosis dan microsleep saat berkendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran,” ujar Dede, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan beberapa langkah yang bisa dilakukan pengemudi agar tetap fokus selama perjalanan.
Pertama, menjaga komunikasi dengan penumpang. Percakapan ringan dapat membantu pengemudi tetap terjaga dan mengurangi rasa bosan saat perjalanan jauh.
Kedua, beristirahat secara berkala. Perjalanan panjang di jalan yang monoton dapat membuat tubuh dan otak cepat lelah. Karena itu, pengemudi disarankan untuk berhenti sejenak dan beristirahat jika sudah terlalu lama menyetir.
Ketiga, mengonsumsi kafein saat mulai mengantuk. Minuman berkafein dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Selain itu, pengemudi juga dapat mengonsumsi camilan ringan atau mengunyah permen untuk mengurangi rasa bosan.
Keempat, tidak makan terlalu kenyang sebelum berkendara karena dapat memicu rasa kantuk.
Kelima, sesekali mengalihkan pandangan ke luar kendaraan dengan tetap menjaga kewaspadaan agar pikiran tidak terlalu jenuh selama perjalanan.
Keenam, menghindari alkohol, obat-obatan, atau zat lain yang dapat memengaruhi kemampuan mengemudi.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan waktu tidur cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam, agar tubuh tetap segar dan siap menjalani perjalanan jauh,” pungkasnya.
(0) Komentar