Koko Ari Araya Tuntaskan Studi, Resmi Sandang Gelar Sarjana Manajemen di Umsura

  • Beranda -
  • Berita -
  • Koko Ari Araya Tuntaskan Studi, Resmi Sandang Gelar Sarjana Manajemen di Umsura
Gambar Berita Koko Ari Araya Tuntaskan Studi, Resmi Sandang Gelar Sarjana Manajemen di Umsura
  • 01 Nov
  • 2026

Koko Ari Araya Wisudawan Umsura (Humas)

Koko Ari Araya Tuntaskan Studi, Resmi Sandang Gelar Sarjana Manajemen di Umsura

Pesepak bola profesional Surabaya, Koko Ari Araya, berhasil menuntaskan pendidikan sarjananya di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Di tengah kesibukannya menjalani karier sebagai atlet profesional, Koko mengikuti prosesi Wisuda ke-55 Umsura pada Sabtu (31/10/2026), setelah menyelesaikan studi di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Pemain kelahiran Surabaya, 9 Januari 2000 itu berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Momen tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Koko karena harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan aktivitas profesional bersama klub sepak bola Persebaya Surabaya.

Koko menghadiri prosesi wisuda bersama istri dan keluarga. Ia mengaku bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan perjalanan akademiknya setelah empat tahun menjalani perkuliahan.

“Ini momen yang cukup penting bagi saya. Setelah empat tahun berkuliah, akhirnya bisa sampai di titik ini. Bahkan, setelah acara wisuda, siang harinya saya masih harus mengikuti pelatihan,” ujar Koko.

Ia mengungkapkan, dukungan dosen dan tenaga kependidikan Umsura menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, pihak kampus memahami kondisi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab sebagai atlet profesional dengan jadwal latihan dan pertandingan yang padat.

“Saya sangat bersyukur memiliki dosen dan staf kampus yang memahami kondisi saya sebagai atlet profesional. Selama proses perkuliahan, saya banyak dibantu dan diberikan kemudahan. Sampai akhirnya bisa menjadi sarjana, tentu ada jasa besar dari dosen dan staf kampus,” ungkapnya.

Koko mengaku memilih Program Studi Manajemen karena memiliki ketertarikan pada dunia bisnis. Baginya, pendidikan yang ditempuh saat ini juga menjadi bekal untuk mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif sebagai pesepak bola profesional.

Ia bahkan memiliki cita-cita membangun bisnis bersama sang istri. Latar belakang keluarga istrinya yang berkecimpung di dunia bisnis turut menjadi salah satu hal yang mendorong Koko mendalami ilmu manajemen.

“Saya memang tertarik di bidang bisnis. Setelah selesai bermain sepak bola, saya ingin terjun ke dunia bisnis. Keluarga istri saya juga memiliki latar belakang bisnis. Itu yang membuat saya tertarik mengambil Manajemen. Ini juga menjadi bagian dari cita-cita saya bersama istri untuk membangun bisnis dan membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Menurut Koko, ilmu manajemen yang diperolehnya selama kuliah juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai atlet profesional. Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan nutrisi dan pola hidup sehat untuk menjaga performa selama latihan maupun pertandingan.

Sebagai atlet, ia menyadari bahwa menjaga kondisi fisik tidak hanya membutuhkan kedisiplinan, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan kebutuhan tubuh secara tepat, termasuk memperhatikan asupan nutrisi.

Lebih jauh, Koko menilai pendidikan tinggi merupakan hal penting bagi seorang atlet. Menurutnya, karier di dunia sepak bola memiliki masa produktif yang relatif terbatas sehingga setiap atlet perlu mempersiapkan masa depan sejak dini.

“Pendidikan sangat penting bagi saya sebagai atlet yang notabene memiliki karier terbatas. Melalui pendidikan, kita bisa belajar dan mempersiapkan apa yang harus dilakukan setelah tidak lagi menjadi atlet. Jadi, ada bekal untuk melanjutkan perjalanan karier berikutnya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kesibukan sebagai pemain profesional bukan alasan untuk meninggalkan pendidikan. Menurutnya, keduanya dapat berjalan beriringan selama seseorang memiliki komitmen, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu.

“Prinsip yang membuat saya tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan adalah keyakinan bahwa pendidikan merupakan bekal penting untuk masa depan. Saya menyadari menjadi pemain sepak bola profesional membutuhkan disiplin, kerja keras, dan pengorbanan waktu. Namun, saya percaya pendidikan dan karier olahraga dapat berjalan beriringan jika mampu mengatur waktu dan menjaga komitmen,” pungkasnya.

Berita ini sejalan dengan SDG nomor: