Sosialisasi Double Degree Batch 2 (Istimewa)
Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Melalui Fakultas Teknik, Umsura menyelenggarakan sosialisasi program Double Degree (Gelar Ganda) untuk pemberangkatan Batch 2 yang bekerja sama dengan Intact Intense Taiwan Program.
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Gedung F Kampus UMSURA ini menyasar mahasiswa semester 3 ke atas dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Teknik, yakni Arsitektur, Informatika, Teknik Industri, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Perkapalan.
Dalam kegiatan tersebut, Andrean Sugianto dari tim Intact Intense Taiwan Program hadir untuk memaparkan secara rinci mekanisme program serta berbagai keuntungan yang bisa diperoleh mahasiswa. Turut mendampingi, jajaran pimpinan Fakultas Teknik, di antaranya Wakil Dekan II Fakultas Teknik Dr. Tining Haryanti, S.Kom., M.M., M.Kom., serta Kaprodi Informatika Aswin Rosadi.
Ketua Tim Kerjasama Internasional LKI Umsura sekaligus Kepala Unit Pengelola Fakultas (UPF) Internasionalisasi dan Kerjasama Fakultas Teknik, Muhamad Amirul Haq, S.T., M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi kampus.
“Kerja sama ini bukan sekadar pengiriman mahasiswa, tapi langkah konkret Umsura, khususnya Fakultas Teknik, dalam menciptakan lulusan yang adaptif terhadap standar industri global,” ujar Amirul Haq.
Ia juga menambahkan, “Dengan berbagai benefit yang ditawarkan mitra di Taiwan, kami optimis mahasiswa kami tidak hanya siap secara akademik, tapi juga memiliki mental dan skill profesional yang matang. Ini adalah kesempatan langka untuk mendapatkan eksposur internasional sekaligus jaminan pengalaman kerja.”
Beasiswa Hingga Tunjangan Hidup
Dalam sesi pemaparannya, Andrean Sugianto menjelaskan berbagai keuntungan finansial yang akan diterima peserta yang lolos seleksi. Program ini menawarkan beasiswa biaya kuliah hingga NT$100.000 per tahun (setara sekitar Rp 53,6 juta) selama dua tahun, serta fasilitas tiket pesawat satu arah menuju Taiwan.
Selain pembiayaan pendidikan, aspek kesejahteraan mahasiswa juga menjadi perhatian utama. Perusahaan mitra di Taiwan akan memberikan tunjangan hidup (living allowance) sebesar NT$10.000 (sekitar Rp 5,3 juta) per bulan kepada setiap mahasiswa.
Setelah menyelesaikan studi, para peserta akan ditempatkan untuk bekerja di perusahaan mitra di Taiwan selama dua tahun. Skema ini diharapkan dapat memperdalam kompetensi profesional mahasiswa sekaligus memperluas pengalaman praktik langsung di industri internasional.
(0) Komentar