Samuel Eko Ikuti Wisuda Online di Umsura (Humas)
Pemain kebanggaan Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia, Samuel Eko Putra Tampubolon, resmi menjadi salah satu wisudawan ke-55 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Pemain futsal asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut mengikuti prosesi wisuda secara online di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional dan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen.
Samuel tidak dapat menghadiri prosesi wisuda secara langsung lantaran harus menjalani pertandingan liga bersama klubnya, Bintang Timur Surabaya. Padatnya agenda kompetisi membuat pihak klub tidak dapat memberikan izin kepadanya untuk meninggalkan kewajiban pertandingan demi mengikuti prosesi wisuda di kampus.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kebahagiaannya atas pencapaian akademik yang berhasil diraih. Baginya, menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari perjalanan hidup yang harus tetap diperjuangkan, sekalipun memiliki tanggung jawab besar sebagai atlet profesional.
Setelah menyelesaikan kompetisi liga, Samuel kini juga tengah mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional bersama Bintang Timur Surabaya. Dalam waktu dekat, klub tersebut dijadwalkan mengikuti turnamen Copa InterContinental Pato Branco di Brasil.
Samuel mengungkapkan, target terdekatnya saat ini adalah memberikan kontribusi terbaik untuk membawa Bintang Timur Surabaya meraih hasil maksimal dalam turnamen tersebut.
“Target terdekat saya adalah bisa membawa Bintang Timur Surabaya meraih hasil maksimal dalam turnamen di Brasil,” ungkap Samuel.
Di balik kesibukannya menjalani karier sebagai atlet profesional, Samuel mengaku dapat menyelesaikan pendidikan berkat dukungan berbagai pihak, terutama keluarga dan lingkungan kampus. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbingnya, Marista Oktaviani, S.E., M.M., AFA dan Anita Roosmarni, S.E., M.S.E., serta seluruh pihak Umsura yang telah membantunya menyelesaikan tanggung jawab akademik.
Menurut Samuel, dukungan kampus sangat berarti selama dirinya menjalani perkuliahan di tengah padatnya jadwal pertandingan bersama klub maupun agenda nasional.
“Alhamdulillah, sampai saat ini kampus selalu memberikan dukungan terhadap karier saya tanpa mengurangi atau menghambat pendidikan saya sampai sarjana. Alhamdulillah keduanya bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Dukungan terbesar juga datang dari keluarga, khususnya sang istri dan anak-anaknya. Samuel menyebut keluarga menjadi sumber motivasi yang membuatnya tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan sekaligus mempertahankan karier di dunia futsal.
“Saya berterima kasih kepada istri tercinta, anak-anak saya, serta keluarga besar saya. Karena mereka, saya bisa termotivasi untuk menyelesaikan kuliah dan karier futsal saya sampai detik ini,” ujarnya.
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen, Samuel mengaku memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha sendiri. Namun, untuk saat ini ia masih ingin memprioritaskan karier profesionalnya sebagai atlet futsal. Ia juga mengaku telah mempersiapkan rencana masa depan setelah nantinya tidak lagi aktif bermain futsal.
Bagi Samuel, pendidikan tinggi menjadi bekal penting untuk mempersiapkan kehidupan di luar lapangan. Ia ingin memastikan bahwa perjalanan kariernya tidak hanya berhenti pada prestasi olahraga, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan potensi di bidang lain.
Menutup wawancaranya, Samuel berpesan kepada para atlet muda agar tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, konsistensi, fokus, dan mentalitas juara menjadi modal penting untuk berkembang dalam dunia olahraga.
“Pesan saya kepada atlet-atlet muda, jangan pernah puas terhadap hasil. Selalu konsisten dan fokus dalam latihan maupun pertandingan, serta harus mempunyai mentalitas juara,” pungkasnya.
(0) Komentar