Atlet Amputasi Footbal Dunia Fredo Dimas Saputro Wisuda di Umsura, Kampus Beri Beasiswa S2

  • Beranda -
  • Berita -
  • Atlet Amputasi Footbal Dunia Fredo Dimas Saputro Wisuda di Umsura, Kampus Beri Beasiswa S2
Gambar Berita Atlet Amputasi Footbal  Dunia Fredo Dimas Saputro Wisuda di Umsura, Kampus Beri Beasiswa S2
  • 01 Nov
  • 2026

Fredo Dimas Saputro Wisudawan Umsura (Humas)

Atlet Amputasi Footbal Dunia Fredo Dimas Saputro Wisuda di Umsura, Kampus Beri Beasiswa S2

Perjuangan dan keterbatasan fisik tidak menghalangi Fredo Dimas Saputro untuk meraih pendidikan tinggi sekaligus menorehkan prestasi di dunia olahraga. Atlet sepak bola amputasi yang pernah mengantarkan Tim Nasional Indonesia berlaga di Piala Dunia itu kini resmi menyandang gelar Sarjana Hukum setelah menyelesaikan studinya di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Fredo hadir dalam prosesi Wisuda ke-55 Umsura dengan didampingi keluarga. Momen tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi atlet kelahiran 17 Oktober 2000 itu, yang selama ini harus membagi waktu antara pendidikan dan kariernya sebagai atlet.

Tidak hanya mengapresiasi keberhasilannya menyelesaikan pendidikan sarjana, Rektor Umsura juga memberikan penghargaan berupa beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) Hukum. Pemberian beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Umsura dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa difabel untuk terus berkembang dan meraih pendidikan setinggi-tingginya.

Perjalanan Fredo hingga sampai di panggung wisuda bukanlah hal yang mudah. Kecintaannya terhadap olahraga sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil, ia menyukai berbagai cabang olahraga, mulai dari lari hingga sepak bola.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Fredo tidak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai penghalang untuk berprestasi. Ia bahkan memiliki keinginan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dan meraih pencapaian sebagaimana atlet lainnya.

Ketertarikannya terhadap sepak bola juga tidak terlepas dari sosok sang ayah yang sangat menyukai olahraga tersebut. Melihat potensi Fredo, orang tuanya kemudian mendaftarkannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB) sejak masih duduk di bangku SD.

“Saat orang tua mengetahui potensi saya dalam olahraga, mulai saya SD sudah diikutkan SSB,” ujar Fredo dalam wawancara sebelumnya, Minggu (31/10/26)

Namun, perjalanan Fredo tidak selalu berjalan mulus. Ketika duduk di kelas 4 SD, ia harus kehilangan sang ayah yang selama ini menjadi salah satu motivasi terbesarnya. Sejak saat itu, Fredo lebih banyak berdiskusi dengan kakaknya, sementara sang ibu harus bekerja di luar kota untuk menghidupi kedua anaknya.

“Yang paling berat ketika saya kelas 4 SD, ayah berpulang dan saya harus kehilangan salah satu motivator terbaik. Setelah itu, saya lebih banyak berdiskusi dengan kakak, karena ibu harus bekerja di luar kota untuk menafkahi dua anaknya,” kenangnya.

Meski menghadapi situasi keluarga yang tidak mudah, Fredo tetap melanjutkan aktivitas olahraga. Sejak SD hingga SMP, ia telah mengukir berbagai prestasi di tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.

Perjalanan sebagai atlet pun sempat mengalami masa sulit. Saat duduk di kelas 2 SMK, Fredo mengalami cedera ketika mengikuti kejuaraan sepak bola antardaerah. Pengalaman tersebut membuatnya sempat kehilangan semangat hingga memutuskan berhenti bermain sepak bola selama tiga bulan.

“Waktu itu kejuaraan antarprovinsi. Sempat down, putus asa, bahkan saya sempat berhenti selama tiga bulan. Namun, berkat dorongan orang tua dan orang-orang sekitar akhirnya saya bangkit lagi,” ungkapnya.

Antarkan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia

Keputusan untuk kembali bangkit menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier Fredo. Prestasinya terus berkembang hingga berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian di tingkat nasional dan internasional.

Pada 2022, Fredo berhasil meraih Juara 1 Liga Sepak Bola Amputasi Nasional. Pada tahun yang sama, ia turut memperkuat Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia dalam ajang Amputee Football World Cup Qualifiers (East Asian Zone) di Bangladesh.

Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia berhasil meraih posisi runner-up sekaligus memastikan tiket menuju Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022 di Turkiye. Pencapaian itu menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia berhasil lolos ke ajang Piala Dunia.

Masih pada tahun yang sama, Fredo juga meraih posisi ketiga dalam Piala Menpora Amputee Football. Sementara pada 2023, ia kembali menorehkan prestasi dengan menjadi Juara 1 Piala Bupati Cup Jember tingkat Jawa Timur serta Juara 1 Artalive Challenge Cup Amputee Football Malaysia.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Fredo juga memiliki target untuk terus mengembangkan karier olahraga. Ia pernah menyampaikan keinginannya untuk dapat bermain bersama klub sepak bola di luar Indonesia.

Kerja Keras, Doa, dan Dukungan Keluarga

Bagi Fredo, pencapaian yang diraihnya hingga saat ini tidak terlepas dari tiga hal utama, yakni kerja keras, doa, serta dukungan orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Ia juga berpesan kepada penyandang disabilitas agar tidak ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi dan bakat masing-masing yang dapat dikembangkan melalui kesempatan, usaha, dan keberanian untuk mencoba.

Salah satu pesan yang selalu diingatnya adalah nasihat sang ibu agar tidak pernah meragukan kemampuan diri sendiri.

“Pesan itu selalu saya ingat, apalagi melihat perjuangan ibu setelah ayah meninggal, saya selalu ingin membuatnya bangga,” tuturnya.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan S1 Hukum di Umsura, Fredo memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjalanan akademiknya melalui beasiswa S2 yang diberikan kampus. Ia juga menyadari bahwa karier sebagai atlet memiliki batas waktu sehingga pendidikan menjadi bekal penting untuk masa depannya.

Selain ingin menjadi pengusaha, Fredo juga bercita-cita berkarier sebagai notaris. Baginya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Umsura harus dapat dimanfaatkan untuk membangun masa depan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

"Alhamdulillah di kesempatan wisuda kali ini tidak menyangka, jika saya akan diberikan beasiswa S2. terimakasih Umsura saya akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,"pungkasnya. 

Berita ini sejalan dengan SDG nomor: