Tips Menjadi Mahasiswa Baru yang Produktif Menurut Dosen UM Surabaya

research
Ilustrasi mahasiswa UM Surabaya (Dok: Humas)


Mahasiswa baru kerap dituntut menjadi produktif. Alih-alih produktif, tak jarang mahasiswa malah stress terhadap pekerjaan atau burnout. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan untuk menghindari hal tersebut dipaparkan oleh Waode Hamsia Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

Dalam keterangan tertulis Waode membagikan beberapa tips agar menjadi mahasiswa baru produktif namun tidak mengalami burnout.

Menurut Waode, kesuksesan seorang mahasiswa di kampus bisa dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari sistem perkuliahan, budaya mengajar, dosen, lingkungan, keluarga dan yang paling penting diri sendiri.

“Pertama adalah manajemen waktu. Mahasiswa harus sadar pentingnya manajemen waktu, jika tidak dipahami betul-betul bisa menjadi masalah karena mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan baru,”jelas Waode Jumat (5/8/22)

Langkah selanjutnya mahasiswa  baru perlu membuat to-do-list terkait agenda-agenda yang akan dilakukan secara terstruktur, hal ini bertujuan agar tidak berbenturan dengan jadwal lain, sehingga mahasiswa dapat melaksanakan tugas dan kegiatan lain dengan kondisi optimal.

Ketiga adalah mengatur waktu istirhat. Menurut Waode kebiasaan dari kebanyakan mahasiswa adalah waktu tidur yang terlalu malam. Sebaiknya kebiasaan dalam bangun pagi harus tetap terjaga, karena dengan bangun pagi, mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk mandi, sarapan dan bersiap-siap berangkat ke kampus.

“Dengan mengatur waktu istirahat, dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan produktivitas sebagai mahasiswa,”ungkap Waode lagi.

Keempat adalah dengan merencanakan waktu pengerjaan tugas. Sebagai mahasiswa produktif, seseorang bisa memilah tugas yang bisa dikerjakan terlebih dahulu agar tidak menjadi mahasiswa deadliner.

“Jika mengerjakan tugas dengan waktu yang mendadak, biasanya akan ada saja permasalahan yang muncul. Seperti, gagal meng-upload tugas, printer bermasalah, dan lainnya. Merencanakan waktu pengerjaan tugas bertujuan agar dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya,”katanya.

Kelima, mengembangkan dasar mahasiswa melalui organisasi, lomba, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dengan mengikuti hal tersebut mahasiswa akan bisa mengasah kemampuan dasar seperti keterampilan dasar baik itu teknis maupun nonteknis yang menjadi landasan di perkuliahan dan menjalani dunia kerja.

“Organisasi itu penting untuk mencapai kemampuan nonteksnis yang diperlukan, tapi jangan kehilangan tanggung jawab dan komitmen awal,”tegas Waode yang merupakan Dosen Pendidikan Bahasa Inggris.

Terakhir Waode mengingatkan agar mahasiswa baru menciptakan ekosistem belajar yang nyaman. Hal itu meliputi dengan menentukan tempat belajar, suhu ruangan, waktu pencahayaan hingga menyalakan musik.

“Jika sudah mendapati suasana yang tepat, otomatis mahasiswa akan fokus dan menjadi mahasiswa yang produktif,"tutupnya.