Tingkatkan Riset dan Proyek Industri, UM Surabaya Gandeng Universiti Teknologi Petronas Malaysia

research
Ilustrasi Foto Dimas Sholahudin Khais Mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Surabaya sedang melakukan Oral Presentation sebagai salah satu tugas riset dan projek industry ( Dokumentasi: mahasiswa program ICT)


Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui program Kemendikbud International Credit Transfer (ICT) telah melakukan kerjasama dalam riset dan proyek industri bersama Universiti Teknologi Petronas Malaysia, sejak Agustus 2021 Lalu.

Setiap minggunya mahasiswa program studi Teknik Perkapalan melakukan pembuatan projek dan konseling melalui media online (Microsoft team) guna membahas penelitian riset. Dalam proyek riset tersebut mahasiswa berkesempatan untuk saling berdiskusi langsung dengan dosen Universiti Teknologi Petronas.

Carrol Ng Cheng Yee selaku senior Lecturer Civil and Environmental Engineering Department dari Universiti Teknologi Petronas Malaysia mengatakan “Proyek ini akan membawa tema energi baru terbarukan berupa hidrokinetik turbin yang akan dilakukan pengujian untuk diketahui apakah energi terbarukan turbin hidrokinetik dapat diaplikasikan pada kondisi lingkungan sungai di Indonesia.” ujar Carrol

Topik dan tujuan dari proyek riset industri ini akan diutarakan kepada mahasiswa dan didiskusikan bersama. Permasalahan yang ingin diselesaikan adalah tentang tingginya penggunaan energi listrik yang berasal dari bahan yang tidak ramah lingkungan, sehingga energi baru terbarukan dapat menjadi solusi alternatif.

Riset dan proyek industri tersebut telah berjalan sejak Agustus sampai Desember 2021, tepatnya di sungai Pemali, Tegal, Jawa Tengah sebagai tempat studi kasus dan melibatkan Betty Ariani, selaku dosen Prodi Teknik Perkapalan sebagai supervisor dalam riset tersebut.

Dimas Sholahudin, mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan angkatan 2018, menjadikan riset dan project industry tersebut sebagai tugas akhir kuliah. Ia juga berharap program pertukaran mahasiswa dan riset project industri ini dapat terus berlanjut. cetusnya. ( Editor: Faiz Azmi)