Artikel

Sosialisasi Gerakan Jama'ah Dakwah Jama'ah (GJDJ) UMSurabaya

  • Di Publikasikan Pada: 02 Sep 2021
  • Oleh: Admin

Rabu (01/09/2021), Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui Lembaga Pengkajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) mendeklarasikan program Gerakan Jama'ah Dakwah Jama'ah (GJDJ) bagi dosen dan tenaga kependidikan yang dikelompokkan berdasarkan kawasan tempat tinggal/domisili masing-masing.

Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting ini dihadiri oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, PDM Kota Surabaya, Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan TKP di lingkungan UMSurabaya.

Mundakir, selaku Wakil Rektor IV yang membidangi Kerja sama, Digitalisasi dan AIK menyatakan bahwa Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan ruh utama sekaligus penciri Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTM/A). “Adapun Program GJDJ ini adalah wujud kongkret UMSurabaya komitmen untuk turut serta menyemarakkan gerak dakwah Muhammadiyah untuk masyarakat diakar rumput.”

Selain itu, Arin Setiyowati selaku Kepala LPAIK menjelaskan bahwa program GJDJ ini sebagai sarana pembinaan kultural sistematis bagi karyawan UMSurabaya. “Kontekstualisasi konsep GJDJ di UMSurabaya ditujukan untuk multiple effect (efek ganda) yakni di sisi internal, GJDJ menjadi sarana penguatan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi Karyawan UMSurabaya. Untuk sisi Eksternal, GJDJ menjadi sarana UMSurabaya dalam menubuhkan karyawannya untuk turut serta mengenal dan terlibat dalam aktivisme persyarikatan di PRM/PCM di wilayah tempat tinggalnya masing-masing melalui jamaah komunitas karyawan UMSurabaya,” pungkasnya.

Artinya bahwa program ini akan menjadi semacam dakwah komunitas berbasis wilayah tempat tinggal karyawan UMSurabaya yang nantinya akan disinergikan dengan gerak dakwah Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah setempat.

Asror, selaku kepala BAA sekaligus ketua PRM Bebekan dan anggota PCM Sepanjang menyatakan apresiasi atas program ini, GJDJ ini sudah lama ada tapi belum familiar, tapi memang sangat urgen untuk komitmen melaksanakannya. “Kita memang harus berani menunjukkan identitas kita kepada masyarakat, namun kita harus tetap aktif dalam ikut dan ambil peran strategis di lingkungan, sehingga lama kelamaan masyarakat akan memahami bahkan ikut arus kita,” jelasnya tentang pengalaman pribadi di masyarakat.