Pakar UM Surabaya : Pentingnya Integrasi Keuangan Komersial dan Proyek Sosial

research
Foto Arin Setyowati dalam MICon 2021


Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar 1st Internasional Multidisciplinary Conference on Potential Research (MiCon) pada 15-16 Desember 2021. Arin Setyowati Dosen Program Studi Perbankan Syari’ah FAI UM Surabaya menjadi salah satu peserta di konferensi ini dan memaparkan hasil risetnya tentang pengintegrasian keuangan komersial dan sosial islam, study kasus Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) di Indonesia.

Dosen muda ini mengkaji peran sukuk wakaf tunai terkait sebagai instrumen integrasi keuangan komersial syariah dan syariah keuangan sosial dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Riset ini berangkat dari adanya potensi CWLS bagi sektor pembangunan ekonomi makro di Indonesia serta sektor ekonomi mikro untuk kesejahteraan ummat.

“CWLS itu mencampurkan 2 instrumen sosial dan komersial, yang bisa digunakan sebagai alternatif pembiayaan proyek-proyek negara untuk inklusifitas ekonomi misalnya pengembangan kawasan industri halal, “ papar Arin dosen muda alumnus Universitas Gadjah Mada.

Arin menambahkan jika sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wakaf yang digabungkan dengan sukuk dapat menjadi obat mujarab dalam memecahkan kesenjangan pendanaan kemanusiaan.

Pada konferensi ini Arin menjelaskan pula beberapa tujuan dari CWLS yaitu memudahkan masyarakat dalam mengambil uang yang aman dan produktif, mengembangkan inovasi di bidang keuangan dan investasi sosial di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mendukung gerakan wakaf nasional, membantu pengembangan investasi sosial dan wakaf produktif di Indonesia serta memperkuat ekosistem uang wakaf di Indonesia.

“Melalui alur kerja CWLS ini, menjadi prototipe integrasi keuangan komersial syariah dan keuangan sosial yang dapat menjadi ekonomi inklusif dan memberikan peran serta ruang bagi kaum miskin untuk berpartisipasi dalam sektor riil yang proses ekonomi humanis di bawah ekonomi Islam,” ungkapnya.

Diakhir acara Arin berharap  melalui konferensi ini menjadi sarana mengupgrade dan akselerasi peneliti UM Surabaya dalam mempublikasikan hasil-hasil riset ke ranah internasional, terutama dalam mendialogkan temuan-temuan riset multidisiplin dalam memberikan solusi pembangunan nasional.

“Dengan CWLS ini menjadi bagian dari upaya alternatif pendanaan untuk proyek-proyek negara yang berdampak baik pada keuangan komersial maupun sosial,” pungkasnya.