Pakar Kesehatan UM Surabaya Paparkan Bahaya Tidur Setelah Sahur

research
Ilustrasi gambar (mensehealth.com)


Bulan Ramadhan membuat masyarakat khususnya umat muslim mengalami siklus tidur yang berbeda dibandingkan dengan hari biasanya. Bagi muslim yang berpuasa dianjurkan bangun lebih awal untuk melakukan sahur. Namun banyak dari kalangan masyarakat yang tidak kuat menahan kantuk sehingga setelah menyantap makanan sahur mereka langsung tidur kembali.

Kebiasaan tidur setelah sahur membahayakan kesehatan kita. Sistem pencernaan memerlukan setidaknya 3 jam dalam mengolah makanan sampai menjadi sari makanan. Selama tidur, hampir seluruh fungsi tubuh berhenti bekerja sementara kecuali jantung, otak, dan paru-paru. Sehingga, makanan tidak bisa dicerna bila langsung tidur.

Dede Nasrullah Pakar Kesehatan sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan akibat  kebiasaan tidur setelah sahur adalah terjadi refluks asam Gastro-Esophageal Reflux Disease(GERD),

“Saat tertidur akan terjadi pelonggaran klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke bagian kerongkongan. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks, sehingga untuk mencegah hal tersebut kita bisa menunggu setidaknya 3 jam sehingga makanan tersebut dapat diolah secara sempurna,”jelas Dede Kamis (7/4/22)

Selanjutnya adalah penumpukan lemak, jika setelah makan sahur kita memutuskan untuk tidur maka kalori akan tersimpan menjadi lemak apalagi yang dikonsumsi pada saat sahur adalah karbohidrat dan lemak.

Ketiga  sakit tenggorokan, sensasi panas tidak hanya terjadi pada dada, akan tetapi juga terjadi pada tenggorokan dikarenakan hal ini merupakan lanjutan dari efek GERD.

“Ke empat adalah  serangan jantung, orang yang mengkomsumsi makanan berat dan langsung tidur maka akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Jika tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya,”imbuh Dede dalam keterangan tertulis.

Ke lima penyakit stroke, tidur setelah sahur dapat menyebabkan sistem pencernaan sulit untuk dapat mencerna makanan sehingga lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak, suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut ini dapat membuat otak bisa kekurangan oksigen dan dalam jangka panjang dapat mengakibat stroke.

“Terakhir adalah konstipasi atau sembelit, proses pengosongan lambung terjadi kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 jam setelah makan. Posisi tiduran atau berbaring akan menghambat proses pengosongan lambung, jika hal ini terjadi maka akan memicu terjadinya penyakit konstipasi atau sembelit kesulitan buang air besar,”pungkasnya.