Ners UM Surabaya Jelaskan 5 Penyebab Badan Cepat Lelah dan Mudah Mengantuk

research
Ilustrasi gambar (Shutterstock)


Cepat lelah dan mudah mengantuk akan mempengaruhi produktivitas seseorang sehari-hari, kondisi ini rentan terjadi pada seseorang yang memiliki aktivitas padat atau sibuk. Kondisi tubuh yang lelah akan menimbulkan rasa ngantuk yang berlebih.

“Walaupun banyak orang yang beranggapan kondisi tersebut bukan masalah kesehatan yang serius. Namun hal tersebut tidak boleh disepelekan,”ujar Ners UM Surabaya Islam Syarifurrahman,”Rabu (4/1/23)

Dalam keterangannya, Islam menyebut 5 penyebab tubuh seseorang cepat lelah dan mudah mengantuk. Lima penyebab tersebut diantaranya:

Pertama, adalah obesitas atau kegemukan. Ia menyebut, obesitas adalah kondisi tubuh seseorang yang ditandai kelebihan lemak, orang dengan obesitas akan memiliki bobot yang berlebih, sehingga membutuhkan energi yang lebih saat beraktivitas serta kebutuhan oksigen di tubuh akan meningkat.

Kedua adalah depresi. Islam menjelaskan, depresi adalah gangguan mental atau gangguan perasaan yang ditandai dengan susah berkonsntrasi, sedih yang berkepanjangan. Kondisi sepert ini membuat seseorang menjadi stress dan mudah merasa lelah ngantuk akibat gangguan pada pola tidur.

Ketiga, kurang berolahraga. Olahraga merupakan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan energi. Sementara orang yang kurang berolahraga akan mudah lelah walaupun melakukan aktivitas kecil.

“Olahraga kardio seperti jogging dan bersepeda menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan stamina pada tubuh,”imbuh Islam.

Keempat dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh. Kebutuhan air dalam tubuh memerlukan sekitar 2-3 liter air setiap harinya, kekurangan cairan pada tubuh menyebabkan kelelahan, yang akhirnya akan menimbulan rasa ngantuk.

“Minum cukup air penting untuk kesehatan, karena kehilangan cairan tubuh dapat menurunkan stamina seseorang,”tegasnya.

Terakhir adalah slepp apnea. Islam menegaskan seseorang yang mengalami slepp apnea akan sering terbangun di malam hari akibat gangguan pernapasan yang membuat kualitas tidur tidak nyenyak, karena otak tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup.