Mahasiswa UMSurabaya Manfaatkan Daun Kelor Menjadi Puding Untuk Penderita Diabetes

research


Seperti yang diketahui, kelor merupakan bahan dasar alami yang melimpah di Jawa Timur. Selain itu juga, tanaman ini memiliki berbagai macam manfaat diantaranya; mencegah penyakit kardiovaskular, mengurangi peradangan, menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan mata, dan khususnya untuk menangani penyakit diabetes. Melihat hal tersebut ditangan kelompok mahasiswa KKN BTV (Back to village) Universitas Muhammadiyah Surabaya memanfaatkan kelor menjadi puding yang berguna untuk penderita diabetes.

Pandu Kuncoro Aji, Ketua KKN BTV Waru menyatakan alasan kelompoknya memilih membuat inovasi ini dengan melihat kondisi warga desa Waru yang sebagian besar memiliki masalah terhadap gula, kolstrol dan lain sebagainya.

“Kami membuat inovasi yaitu kudapan sehat berupa "PUKESMA" atau Puding Kelor Selasih Madu yang bermanfaat untuk menurunkan diabetes dan juga bisa membantu mengontrol gula, sehingga  warga bisa merasakan kudapan yang enak tanpa kandungan gula yang tinggi" ujar Aji dalam acara pameran produk inovasi KKN di halaman kampus UMSurabaya.

Lebih lanjut lagi, Aji menjelaskan tentang proses pengolahan daun kelor menjadi puding diabadikan menjadi video yang menarik dengan harapan video tersebut dapat memberikan informasi dan mengedukasi warga akan manfaat dari daun kelor dan kemudian dapat membudidayakan tanaman tersebut. Dengan adanya produk ini pula, diharapkan masyarakat bisa selalu berinovasi untuk membuat makanan yang sehat dan bermanfaat bagi warga sekitar

Disamping itu, Dede Nasrullah selaku kepala LPPM UMSurabaya pada (30/08/2021) menjelaskan mengenai program KKN BTV 2021 ini dikemas dengan berbagai macam potensi desa yang ada. Harapan nya mahasiswa lebih menggali potensi desa dan memberikan inovasi-inovasi yang menarik.

“Produk inovasi yang dibuat oleh kelompok  KKN BTV Waru merupakan hasil dari kreativitas mahasiswa dengan melihat permasalahan yang ada dan memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. dengan adanya produk puding yang diinisisai oleh mahasiswa ini, harapan kedepanya bisa dikembangkan oleh masyarat setempat” Ucap Dede