LODIS JAB QAD PENGHALAU VIRUS CORONA

research


Oleh: Ir. Gunawan, MT

Adalah sebuah lorong disinfektan yang tidak sebagaimana lazimnya pada akhir-akhir ini telah banyak hadir di masyarakat.   Lorong ini diilhami oleh dikotomi Jabariyah dan Qadariyah di kalangan Masyarakat Muslim dalam upaya menyelesaikan Pandemi COVID-19. Masyarakat yang pro terhadap Jabariyah, lebih mengedepankan ihwal ke-tawakalannya kepada Illahi Robbi, boleh jadi mereka mendasari prinsipnya itu dengan QS. 65:2-3 (Allah akan mencukupi semua manusia yang bertawakal kepada-Nya). Sebaliknya bagi yang pro kepada Qadariyah mungkin karena dilatari oleh QS. 13:11 (Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah keadaan yang adaa pada dirinya). Atas perseteruan tersebut, maka jika ditarik garis resultan di antara keduanya terwujud kolaborasi konsistensi dalam bentuk lorong do’a (Prinsip Jabariyah) dan usaha melalui hembusan disinfektan (sebagai Prinsip Qadariyah).

Lorong Disinfektan Jabariyah-Qadariyah (Lodis Jab-Qad) ini berbangun konstruksi kontra – U, bermaterial pipa baja hollow yang ramah bongkar-pasang (knock down), sehingga dengan mudah dibawa kemana-mana kegiatan kita berada, serta ber warna Putih-Merah sebagai lambang optimasi do’a dan usaha.  Alat tautan do’a dan usaha ini berfungsi sebagai penghalau Virus Corona melaui ijabah do’a dan hembusan zat kimiawi yang diopersikan secara otomatis, oleh sensor gerak Infra Merah (proximity). Adapun diagram alir instrumen ini adalah : (1) pada jarak 1 Meter sebelum pengguna memasuki lorong sensor Infra Merah yang pertama mulai bekerja mendeteksi posisi pengguna.  (2) Sensor Infra Merah memerintahkan perangkat untuk mengaktifkan audio dalam ujud speaker (dalam implementasi do’a) yang telah terakit pada bagian atas konstruksi rangka yang telah berdiri sebelumnya, dengan durasi  (dalam imlementasi do’a) 30 detik. Keaktifan ini dibersamai oleh berputar sambil menyalanya lampu rotator, untuk membawa nuansa khusu’ dalam berdo’a serta kesungguhan dalam bertindak ihtiar. (3) dalam selangkah-dua langkah pengguna mulai memasuki lorong, maka sensor Infra Merah yang kedua memerintahkan perangkat untuk mengaktifkan  pompa elektrik sebagai penghembus cairan disinfektan selama 5 detik.  Dengan batin yang menggumam taubat sembari menyertakan do’a, kiranya telah terbukti di berbagai fakta dan fenomena mampu membangkit dan meningkatkan daya imunitas individu. Maka in shaa Allah hal demikian yang akan terjadi bagi insan yang telah melintasi di bilik lorong ini. Namun jika Virus Corona tetaplah membandal maka Lodis Jab-qad akan hembuskan cairan medik yang sertamerta akan melibasnya, hingga Pandemi COVID-19 terizini pergi oleh Illahi Robbi, amin.      

 

*Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya