Lagi, Dua Atlet UM Surabaya Raih Juara dalam Pencak Silat Championship 2021

research
Foto Fiqanda Taufiq Hidayat di ajang kejuaraan pencak silat virtual (Dokumentasi: Humas FAI)


Dua Atlet UM Surabaya Fiqanda Taufiq Hidayat Prodi Hukum Keluarga Islam dan  Fitri Nuraida Rizayasari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang kejuaraan pencak silat virtual championship 2021 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang Minggu (28/11/21)

Fitri Nuraida berhasil menyabet juara 2 seni tunggal IPSI putri dengan total 427 nilai, semenatara Fiqanda Taufiq Hidayat juga menyabet juara 2 seni tunggal IPSI putra dengan total 418 nilai. Keduanya berhasil menyabet juara setelah bersaing melawan atlet UM Jakarta, UM Purwokerto, UM Malang, UM Yogyakarta, UM Cirebon, ITB Ahmad Dahlan dan beberapa kampus lain.

Fiqi menjelaskan bahwa ajang perlombaan ini merupakan katagori pencak silat yang menampilkan seorang pesilat memperagakan kemahirannya dalam jurus tunggal baku secara benar tepat dan penuh kejiwaan. Fiqi juga menambahkan perlombaan di tingkat regional, nasional maupun internasional harus tetap diusahakan yang terbaik dan memberikan yang terbaik.

“Berlaga di tingkat manapun itu artinya membawa nama kampus. Alhamdulillah ini hasil yang memuaskan, tapi juga tidak boleh membuat saya jumawa, saya masih punya harapan besar agar terus bisa meningkatkan prestasi sampai bisa menjadi atlet pelatnas Pencak Silat Indonesia,”terang Fiqi.

Perlombaan yang diikuti Fiqi dan Fitri merupakan perlombaan virtual, semua peserta diminta untuk mengirimkan video dengan memperagakan gerakan silatnya, video yang dikirim tidak boleh diedit sedikitpun karena diverifikasi langsung oleh panitia. Peserta menjalani penjurian langsung secara virtual oleh juri.

Sementara itu Junaidy Fery Efendi Kepala Biro Kemasiswaan dan Inovasi (BAKAI) bangga dan mengapresiasi capaian yang telah diraih oleh keduanya

“Bersyukur tak henti-hentinya atlet UM Surabaya selalu memberikan kontribusi nyata, semoga capaian atlet-atlet dapat bertahan cemerlang selamanya. Semoga tradisi-tradisi juara seperti ini selalu terjaga dan menjadi motivasi untuk mahasiswa yang lain untuk berprestasi,”pungkasnya