Kuliah di Eropa, Dosen UM Surabaya Beberkan Tips Raih Beasiswa

research
Foto Achmad Hidayatullah (Dok: pribadi)


Achmad Hidayatullah Dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) berhasil meraih beasiswa doctor di University of Szeged Hungary di Eropa Tengah. Dalam keterangan tertulis Dayat menceritakan pengalamannya dan berbagi tips dan trik saat meraih beasiswa. Kamis (10/2/22).

Dayat menegaskan dalam mendapatkan beasiswa seseorang membutuhkan perencanaan secara matang dan dibutuhkan mental yang kuat. Ia juga menceritakan pengalamannya saat melewati puluhan kegagalan yang tidak pernah membuatnya putus asa.

“Hal yang paling utama bagi pemburu beasiswa adalah memiliki keinginan yang kuat sebelum memulai apply beasiswa, jangan ragu untuk mencari tahu mulai dari jenis beasiswa, kualifikasi yang dibutuhkan, program studi yang ditawarkan hingga deadline beasiswa. Jangan hanya fokus satu, buat daftar beasiswa sebanyak mungkin dan bersiaplah untuk mencoba ,”urai Dayat.

Dayat menegaskan, yang perlu diperhatikan lagi adalah tidak mudah putus asa dan bangkit di setiap kegagalan. Sambil menunggu pendaftaran, pelamar sangat penting meningkatkan keahlian lebih dalam berbahasa asing. Setidaknya pelamar beasiswa harus menguasai dua bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa tujuan studi yang akan dituju.

“ Kemampuan bahasa inggris menjadi hal yang sangat penting, hampir semua beasiswa menetapkan kandidat beasiswa harus memiliki skor TOEFL minimal 550. Dalam melatih kefasihan dalam berbahasa inggris saya mempraktikkan setiap hari di setiap aktifitas. Hal ini saya lakukan juga untuk mempersiapkan saat menjawab pertanyaan yang diajukan saat wawancara,”imbuh Dayat.

Lebih lanjut lagi Dayat menjelaskan tak sedikit orang yang gagal pada tahap ini karena grogi atau kurang percaya diri. Oleh karena itu sebelum menjalani tes wawancara bekali dirimu dengan informasi tentang bidang studi yang dipilih sehingga pelamar beasiswa bisa memberikan jawaban yang matang atas pilihan jurusan.

“Berkuliah di luar negeri adalah pengalaman berharga bagi diri saya, selain memahami budaya luar yang berbeda dengan budaya Indonesia juga memperkuat kemampuan bahasa asing, menemukan minat atau ketertarikan yang baru, memperluas jaringan pertemanan dari berbagai suku, agama, budaya hingga menambah peluang karir dan yang paling penting menambah pengalaman hidup adalah segudang keuntungan yang saya dapatkan selama disini,”tandasnya.