Kuatkan Budaya Literasi, PGSD UM Surabaya Gelar Seminar Dan Undang Pakar

research
Foto seminar PGSD UM Surabaya (Dok: Fkip)


Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Surabaya menggelar seminar nasional yang merupakan program tahunan dan bagian implementasi kerjasama FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan tema “Membangun Karakter Dan Budaya dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas” pada Rabu (15/6/22)

Sebanyak 248 peserta hadir secara daring. Luaran dari kegiatan ini adalah prosiding dan jurnal nasional yakni jurnal ELSE PGSD Universitas Muhammadiyah Surabaya Sinta 3 dan Jurnal PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon Sinta 6.

Turut hadir pembicara utama yakni Warsono Pakar Universitas Negeri Surabaya dengan materi pendidikan karakter dan profil pelajar pancasila. Sementara pemateri kedua Bagus Nurul Iman Pakar  Universitas Muhammdiyah Cirebon menyampaikan tentang budaya literasi di dunia pendidikan.

“Karakter merupakan sifat, kejiwaan, budi pekerti, akhlaq yang dimiliki seseorang yang menjadi ciri dan membedakan dengan orang lain. Karakter bukanlah hal diwariskan tetapi dapat dibangun melalui Pendidikan,” ungkap Warsono.

Menurutnya pendidikan karakter merupakan sistem di dalam pendidikan yang mempunyai tujuan menamkan nilai – nilai karakter kepada peserta didik yang didalamnya terdapat kumpulan – kumpulan komponen pengetahuan, kemauan dan kesadaran serta tindakan untuk melakukan nilai tersebut.

“Pendidikan karakter memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan moral yang memiliki tujuan untuk melatih bahkan membentuk kemampuan individu secara berkelanjutan guna menyempurnakan diri kearah kehidupan yang lebih baik,”imbuhnya lagi.

Ia juga menjelaskan bangunan karakter pelajar di Indonesia saat ini diberi nama profil pelajar pancasila. Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif guru berperan sebagai kreator dan inovatif, motivator, dan menjadi teladan. Implementasi dari profil Pelajar Pancasila yaitu kecerdasan moral, mandiri, dan bernalar kritis dan kreatif.

Lebih lanjut lagi ia menjelaskan selain pendidikan karakter, literasi merupakan bagian penting yang senantiasa  membangun karakter siswa. Literasi tidak dapat dipisahkan oleh pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang ada di sekolah.

“Literasi tidak hanya tanggung jawab pada siswa akan tetapi guru juga memiliki tanggung jawab, ungkap Bagus. Budaya literasi yang perlu dikembangkan saat ini ada 6, yakni baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan,”pungkasnya.