Kemenparekraf Ajak Peneliti UM Surabaya Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

research
Foto pembukaan Micon 1st Internasional Multidisciplinary Conference on Potential Research (Dokumentasi: Humas UM Surabaya)


Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak dosen dan peneliti di lingkungan UM Surabaya bersinergi terkait pemulihan ekonomi di sektor pariwisata akibat pandemi  COVID-19 yang secara umum menjadi program besar pemerintah di tahun 2021. Hal tersebut disampaikan M Iqbal Rosyidi Peneliti dan Sub-Koordinator Sektor Pariwisata di acara 1st Internasional Multidisciplinary Conference on Potential Research. Kamis (16/12/21)

Iqbal Rosyidi memaparkan kepada peserta konferensi setidaknya ada lima hal penting tentang penelitian potensial untuk masa depan pariwisata diantaranya; pariwisata cerdas teknologi dan digitalisasi, keberlanjutan dan ketahanan pariwisata, perilaku wisatawan, kebijakan pariwisata dan pariwisata untuk inklusivitas dan pembangunan pedesaaan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan sektor pariwisata, salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang pasti berbasis kemitraan mulai dari kemitraan desa, daerah hingga wilayah. UM Surabaya berada di lokasi starategis, dekat dengan tempat-tempat wisata. Kemenparekraf tidak bisa berjalan sendiri, harapannya kita bisa sama-sama sinergi dalam pemulihan ekonomi. Melalui riset yang telah di gagas harapannya akan membantu pemerintah  ke depan. Oleh karenanya saya sangat mendorong kepada peserta konferensi yang hadir untuk melakukan riset tentang penelitan potensial untuk masa depan pariwisata,”ujar Iqbal.

Di akhir paparannya Iqbal juga menambahakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) diakuinya menjadi fokus utama. Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pariwisata nasional. Karena itu, dosen dan peneliti diakuinya selalu akan dilibatkan dalam program Kemenparekraf yang dipimpinnya saat ini.

Merespon paparan yang disampaikan Iqbal, Mundakir wakil rektor yang membidangi bidang kerjasama dan digitalisasi secara langsung mengapresiasi dan mendorong dosen di lingkungan UM Surabaya untuk menindaklanjuti dan melakukan riset  tentang penelitian potensial untuk masa depan pariwisata.

“Pengembangan pariwisata tidak sekadar membangun infrastruktur atau membuat kegiatan. Ada banyak hal penting salah satunya dengan meningkatkan interprestasi terhadap suatu tempat atau destinasi pariwisata. Dalam hal ini bisa mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture dan kekuatan budaya dan banyak hal lainnya. Saya berharap Micon tidak selesai sampai disini saja, harapannya ada tindak lanjut serius yang dilakukan dosen dan peneliti UM Surabaya terkait riset potensial pariwisata yang berdampak pada pemulihan ekonomi Indonesia,”ujar Mundakir.