Dosen UM Surabaya; Ini Jenis Makanan yang Harus Dihindari bagi Penderita Penyakit Jantung

research
Ilustrasi serangan jantung. thestar.com.my


Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit jantung penyebabnya multifaktor. Salah satu penyumbang penyakit jantung berasal dari makanan yang tinggi kolesterol sebagai cikal bakal munculnya penyakit kardiovaskuler.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Fatin Lailatul Badriyah menjelaskan ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari bagi penderita jantung agar tubuh tetap sehat. Salah satunya adalah makanan dengan kadar garam tinggi.

Fatin menjelaskan garam merupakan mineral kristal yang terbuat dari natrium dan klorida. Biasanya garam digunakan sebagai bumbu masakan, pengawet makanan serta penambah rasa, tekstur, dan warna makanan.

“Jika dikonsumsi berlebihan, garam bisa menyebabkan tekanan darah meningkat dan memicu hipertensi. Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti stroke, hipertensi maligna, penyakit jantung, kerusakan ginjal, bahkan penyakit liver,”jelas Fatin Senin (9/5/22)

Ia menyebutkan beberapa contoh makanan dengan kadar garam tinggi di antaranya adalah camilan, makanan kaleng, sereal instan dan biskuit. Maka pantang bagi penderita jantung untuk mengkonsumsi makanan tersebut.

Selanjutnya adalah makanan lemak jenuh. Lemak jenuh merupakan molekul lemak sederhana yang tidak memiliki ikatan rangkap dengan molekul karbon karena adanya molekul hidrogen yang menjadikannya jenuh. Biasanya, lemak jenuh berbentuk padat pada suhu kamar.

“Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh bahkan bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Sehingga penting untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi ini,”katanya lagi.

Tak hanya itu, makanan tinggi gula juga harus dihindari. Fatin menjelaskan gula darah paling banyak dihasilkan dari makanan yang mengandung tinggi gula dan karbohidrat. Gula dalam makanan bisa diserap langsung oleh usus dan menjadi gula darah. Sedangkan karbohidrat akan dipecah terlebih dahulu hingga menjadi bentuk yang lebih sederhana, yaitu gula, sebelum diserap usus ke dalam darah. contohnya adalah roti putih, minuman berenergi, makanan cepat saji, desert yang manis.

Selanjutnya adalah makanan cepat saji. Di balik kelezatannya makanan cepat saji menyimpan banyak zat yang berbahaya. Terdapat kandungan lemak, gula dan karbohidrat yang mampu menyebabkan lonjakan gula darah dalam tubuh setelah dimakan. Selain itu makanan cepat saji juga mengandung kadar garam tinggi dan kadar lemak jenuh yang tinggi pula.

 

 

“Masih momentum lebaran seperti ini penderita jantung juga perlu menghindari kue kering. Kue kering adalah salah satu makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan bagi penderita jantung. Hal ini karena kandungan gula yang tinggi bisa menyebabkan risiko peningkatan diabetes,”jelasnya.

Terakhir adalah makanan dan minuman beralkohol. Selain meningkatkan risiko kematian, makanan dan minuman beralkohol dapat merusak organ hati atau liver. Organ ini berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan, menetralkan racun dalam darah, mengatur kadar gula dan kadar kolesterol dalam darah, membantu proses pembekuan darah, serta menghasilkan hormon.

“Jika penderita jantung mengkonsumsi makanan dan minuman beralkohol maka akan berisiko mengalami gangguan fungsi hati. Bukan hanya itu, bahaya minuman beralkohol juga akan meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan lain,”tukasnya.