Dosen UM Surabaya; Ini Daftar Penyakit Musim Pancaroba yang Harus Diwaspadai

research
Ilustrasi gambar musim (time.com)


Saat memasuki musim pancaroba, seseorang dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah berbagai jenis penyakit yang rentan terjadi selama pergantian  musim.

Chlara Yunita Prabawati Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menjelaskan musim pancaroba adalah durasi transisi dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Karakteristik musim pancaroba adalah fenomena alam yang fluktuatif dan tidak menentu, seperti hujan deras yang tiba-tiba disertai angin kencang bahkan fenomena hujan es.

 Faktor lingkungan yang ekstrim seperti humidity udara yang sangat kering, cuaca dengan suhu tiba-tiba menurun, dan paparan perubahan temperature di lingkungan ini meningkatkan risiko  terserang penyakit dan penurunan daya tahan tubuh pada individu.

Dalam keterangan tertulis Chlara menjelaskan tiga jenis penyakit pada musim pancaroba yang harus diwaspadai diantaranya adalah  Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. ISPA akan menyerang host, apabila ketahanan tubuh (immunologi) menurun.

“Penyakit ISPA ini paling banyak di temukan pada anak di bawah lima tahun karena pada kelompok usia ini adalah kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit,”tutur Chlara, Selasa (24/5/22)

Chlara menjelaskan proses terjadinya ISPA diawali dengan masuknya beberapa bakteri dari genus Streptokokus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofillus, Bordetella, dan Korinebakterium dan virus dari golongan Mikrovirus (termasuk didalamnya virus para influenza dan virus campak), Adenoveirus, Koronavirus, Pikornavirus, Herpesvirus masuk ke dalam tubuh manusia melalui partikel udara (droplet infection).

“Kuman ini akan melekat pada sel epitel hidung dengan mengikuti proses pernapasan maka kuman tersebut bisa masuk ke bronkus dan masuk ke saluran pernapasan yang mengakibatkan demam, batuk, pilek, sakit kepala , respiratory rate naik, infeksi telinga, nadi cepat dan tenggorok memerah,”imbuhnya lagi.

Hal yang bisa dilakukan saat terserang  ISPA  adalah dengan meminta pertolongan tenaga professional kesehatan agar segera dilakukan pemeriksaan fisik, klinis dan laboratorium serta diberikan terapi farmakologis dan nonfarmakologis.

Selanjutmya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut Chlara sebanyak 68.000 kasus DBD dilaporkan terjadi di Indonesia dengan gejala utama demam dan adanya pateki (bintik merah pada permukaan kulit). Penyakit ini sangat rentan menyerang bayi hingga lanjut usia, resiko tertinggi terserang penyakit DBD adalah terjadinya kecacatan hingga kematian.

Ia menegaskan perlu adanya upaya pencegahan yang wajib dilakukan masyarakat di musim pancaroba ini untuk mencegah DBD yakni dengan melakukan kegiatan menguras tempat penampungan air secara rutin. Menutup rapat tempat penampungan air seperti drum atau bak yang mempunyai risiko menjadi sarang nyamuK. Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpontensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Melakukan gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin. Menanam tanaman pengusir nyamuk  dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk  sekaligus mengetahui tanda gejala DBD.

Terakhir adalah penyakit tipus. Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh Bakteri Salmonella typhosa atau Salmonella paratyphi A, B dan C, yang dapat menyebabkan gastroenteritis (radang lambung).

“Penyakit Thypus abdominalis merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella typhosa, (food and water borne disease). Masa tunas demam typhoid berlangsung antara 10-14 hari,”katanya.

Ia menjelaskan gejala klinis yang timbul sangat bervariasi dari ringan sampai dengan berat, pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini ditemukan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut pada umumnya yaitu : demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak diperut, batuk dan epistaksis.

“Pada pemeriksaan fisik umumnya hanya didapatkan suhu tubuh meningkat. Sifat demam adalah meningkat perlahan-lahan dan terutama pada sore hingga malam hari,”pungkasnya.