Dosen PG PAUD UM Surabaya Bagikan Tips Ajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini

research
Ilustrasi gambar mengajarkan anak berpuasa sejak dini (Istockphoto)


Setiap orang tua pasti mempunyai metode yang berbeda dalam melatih anak berpuasa. Karena pada dasanya anak memiliki karakter yang berbeda-beda.Sebagian orang tua menjadikan momentum Ramadan untuk mengajarkan anak-anaknya berpuasa sejak dini.

Agus Budiman Dosen PG PAUD UM Surabaya membagikan bagaimana pendekatan yang nyaman untuk mengajarkan anak berpuasa sekaligus membagikan beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua untuk mengajari anak berpuasa secara efektif.

“Pertama yang harus dilakukan adalah melihat kondisi fisik dan psikis anak, pada dasarnya anak memiliki karakter yang berbeda, sehingga orang tua perlu memahami kondisi fisik dan psikis anak, kira-kira anak sudah siap atau tidak  untuk berpuasa,”jelas Budi.

Dalam keterangannya ia menjelaskan tidak ada ketentuan pasti terkait umur berapa anak mulai bisa diajari untuk berpuasa, tetapi normalnya umur 4-5 tahun merupakan umur yang efektif untuk mengajarkan anak berpuasa. Pada usia 4 tahun kebawah sebaiknya anak sudah mulai dikenalkan tentang apa itu puasa, berbuka dan sahur.

Kedua melakukan pendekatan melalui bahasa yang santai dan nyaman, setiap usia anak-anak memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Pada usia 4-5 tahun anak sudah mulai diajak ngobrol tentang apa itu puasa.

“Ucapakan kalimat sederahana saat berbiacara dengan anak, pendekatan ini bisa dilakukan secara santai dan tidak kaku. Karena pada umumnya motorik anak lebih efektif ketika dilakukan dengan bahasa yang santai,”jelasnya lagi.

Penanaman cinta agama harus ditanamkan oleh orang tua terhadap anak sejak dini. Seperti mengajak anak untuk solat berjamaah, mengaji serta ibadah-ibadah lain yang diajarkan. Hal ini memilki dampak positif terhadap perkembangan anak untuk mencintai agamanya.

“Orang tua tidak perlu memaksa anak untuk berpuasa secara penuh,mengajari anak untuk berpuasa harus dilakukan bertahap, mulai dari puasa hanya sampai dhuhur, selanjutnya berpuasa sampai waktu ashar dan seterusnya. Orang tua harus menjadikan buka puasa sebagai momentum yang ditunggu-tunggu oleh anak,”imbuhnya.

Terakhir memberikan reward kepada anak yang telah mencoba untuk berpuasa, pemberian reward kepada anak bagian dari motivasi orang tua terhadap anak. Reward tidak melulu tentang materi tetapi reward yang diberikan orang tua terhadap anak bisa dengan pelukan atau apresiasi kepada anak.