Dosen FK Beberkan Cegah Omicron pada Anak

research
Ilustrasi foto (Pixabay/Alexandra_Koch)


Anak memiliki risiko terinfeksi varian Omicron.  Kasus pada anak melonjak drastis pada awal Januari 2022. Ditemukan 324 kasus hingga 7 Februari 2022 meningkat 1000% di angka 7190 anak positif Covid-19, sehingga orang tua harus mewaspadai dan tidak menyepelekan masalah kesehatan serta mengetahui cara pencegahan penularan Covid-19 varian Omicron pada anak.

Gina Noor Djalilah pakar kesehatan UM Surabaya sekaligus dosen spesialis anak Fakultas Kedokteran (FK) menjelaskan ciri-ciri gejala Covid-19 pada anak relatif mirip flu karena penyakit ini menyerang saluran pernapasan bagian atas.

“Gejala pada anak yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron yang dilaporkan diantaranya demam, batuk, batuk mengonggong dengan suara parau, pilek, nyeri tenggorokan, ruam hingga diare,”urai Gina Senin (14/2/22)

Orang tua jangan terlalu panik, langkah awal berikan obat penurun demam, berikan minum yang banyak dan kenali gejala anak yang harus di bawa ke rumah sakit, agar segera bisa dilakukan swab antigen terlebih dahulu.

Gina menegaskan gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain adalah anak tidak mau minum sama sekali sehingga jarang  buang air kecil, anak mengalami kejang, sesak napas, muntah yang terus menerus, diare yang terus menerus, kasadaran pada anak mulai berkurang sehingga anak lemas terkesan tidur terus.

“Ketika gejala tersebut ditemukan, orang tua segera melakukan penanganan dengan membawa anak ke rumah sakit agar segera dilakukan telekonsultasi untuk pengobatannya,”imbuh Gina.

Lebih lanjut lagi, di akhir keterangannya Gina memberikan tips kepada orang tua tentang pencegahan Covid-19 varian Omicron. Pertama yang dapat dilakukan adalah tidak membawa anak ke keramaian seperti mall pusat perbelanjaan, bioskop, tempat keramaian yang tertutup, tidak mencium anak setelah dari luar rumah, tidak memperbolehkan anak dicium orang lain, segera melengkapi vaksinasi Covid-19 dua dosis dengan interval 4 minggu pada anak usia 6-11 tahun sesuai dengan anjuran pemerintah, tetap tenang dan semangat untuk sehat.

“Pandemi belum berakhir, tetap ketat prokes dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas dan segera melengkapi vaksinasi Covid-19,”pungkasnya.