Ahli Gizi UM Surabaya Tekankan Pentingnya Sarapan bagi Kesehatan Tubuh

research
Ilustrasi gambar (Shutterstock)


Sarapan menjadi waktu makan yang sering terabaikan bagi kebanyakan orang. Beragam alasan melewatkan sarapan mulai dari tidak sempat hingga tidak terbiasa sarapan. Padahal, banyak manfaat dari sarapan pagi dan penting bagi tubuh kita.

Ahli Gizi UM Surabaya Tri Kurniawati menjelaskan edukasi mengenai sarapan gizi seimbang harus terus digalakkan, mengingat sarapan merupakan aktivitas memulai pagi yang penting. Tri yang juga Dosen Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini menjelasakan sarapan dapat memenuhi 15 sampai 30 persen kebutuhan gizi harian.

Sarapan pagi termasuk dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang yang disampaikan oleh Kemenkes RI tahun 2014.

Menurut Tri, dampak buruk tidak sarapan sangatlah besar, terlebih pada proses belajar di sekolah bagi pelajar karena menurunkan aktifitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja dan orang dewasa.

Ia menegaskan perbedaan antara orang yang terbiasa sarapan dengan orang yang tidak terbiasa sarapan adalah jika pada pada orang yang sarapan mampu membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi.

“Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. Bagi remaja dan orang dewasa sarapan yang cukup terbukti dapat mencegah kegemukan,”jelas Tri Senin (25/7/22)

Menurutnya, sarapan memiliki manfaat yang penting bagi tubuh, berdasarkan hasil penelitian bahwa sarapan pagi bermanfaat untuk memberikan energi pada otak, sarapan dapat meningkatkan stamina kerja, konsentrasi belajar, kenyamanan kerja dan belajar, mencegah konstipasi, hiperglikemia, pusing dan gangguna kognitif  dan kegemukan.

Menunda sarapan dapat menyebabkan kekurangan zat gizi dalam tubuh di pagi hari dan meningkatkan risiko malnutrisi,”imbuhnya lagi.

Sementara, menunda sarapan akan mengakibatkan konsumsi makanan yang berlebihan di waktu makan yang lain terutama makan malam sehingga menyebabkan obesitas.

“Pada umumnya seseorang menuda sarapan karena alasan waktu yang sempit pada pagi hari hari. Padahal, menu sarapan tidak harus menggunakan nasi. Misal dengan memanfaatkan roti dan susu.”tegasnya.