8 Tahun jadi Marbot Masjid, Wisudawan UM Surabaya Ini Kini jadi Kepala Sekolah dan Raih Banyak Penghargaan

research
Foto Munahar Wisudawan UM Surabaya (HUmas)


Kemiskinan sekaligus keterbatasan ekonomi tak menghalangi langkah Munahar dalam menuntut ilmu. Salah satu wisudawan Pascasarjana UM Surabaya yang pernah menjadi Marbot masjid selama 8 tahun tersebut kini menjadi Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Swasta terbaik di Surabaya.

Munahar menyelesaikan studi Pascasarjana UM Surabaya dengan jurusan Pendidikan Agama Islam. Terlahir dari 5 bersaudara dengan keterbatasan ekonomi mengajarkan ia harus bertahan memperjuangkan mimpi-mimpinya agar tetap terajut.

“Jadi bapak sama ibu saya itu adalah buruh tani, sawah juga tidak punya. Tapi ia bersikeras agar semua anak-anaknya bisa bersekolah hingga Sarjana. Meski banyak yang mengejek waktu itu,bapak ibu terus mensupport,”ucap Munahar.

Menurut penjelasannya, Munahar setelah lulus MA di Bojonegoro ia nekad berangkat ke Surabaya untuk melanjutkan kuliah di UM Surabaya dengan jurusan Ahwal Alsyakhsiyyah. Selama menjadi mahasiswa ia tinggal di Masjid Al Huda Sidosermo.

“Kurang lebih 8 tahun saya jadi marbot, tapi juga menjadi imam sekaligus muadzin serta mengajar TPQ,”kenang Munahar.

Sementara untuk mendapatkan pengetahun tambahan ia harus pergi ke Perpustakaan kota setiap harinya dengan menaiki sepeda ontel. Hal tersebut ia lakukan selama 4 tahun.

Setelah lulus dari UM Surabaya, ia tidak langsung menjadi guru, namun ia menjadi guru ekstrakulikuler, petugas perpustakaan hingga pemimpin redaksi. Mulai tahun 2004 hingga 2011 Munahar menjadi guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah 6 Gadung dan diangkat menjadi Kepala Sekolah pada tahun 2018 hingga sekarang.

Berkat kepemimpinannya dan ide-idenya yang cemerlang, SD Muhammadiyah 6 Gadung yang ia pimpin menjadi sekolah rujukan dan ia kerap kali mendapatkan penghargaan, salah satunya Kepala Sekolah yang memrakarsai sekolah Quranic dan internatonal insight.

Tak hanya itu Munahar juga dikenal sebagai penggagas sekolah Qori’ Muhammadiyah Kota Surabaya, penggagas students care, penggagas lazismu kids, konseptor sekaligus penulis buku pemimpin sandal miring.

Munahar menjelaskan bahwa Qur’anic and International insight yang diusung sekolahnya merupakan roh bagi seluruh keluarga besar SD Muhamamdiyah 6 Gadung untuk mewujudkan generasi Quran yang berpikir, berucap, berperilaku, berprestasi dan beraqidah sebagaimana nilai Al-Quran serta memiliki wawasan luas.

“Hal tersebut untuk mewujudkan generasi terbaik, berkelas dan mendunia,”kata Dia.

Dalam menjalankan hidup Munahar memiliki prinsip bahwa amanah apapun yang diberikan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Sebab segala kesulitan akan menemukan jalan karena Allah sebaik-baiknya penolong.